Semesta Kertas dalam Diri

Pameran tunggal saya yang bertajuk Semesta Kertas dalam Renungan merupakan pameran alternatif pengganti suatu pameran bertajuk Kitab: Antologi Semesta dalam Diri, yang rencananya  diadakan di Galeri Nasional Indonesia Jakarta pada 21 April sampai 17 Mei 2020. Apa daya, wabah covid 19 merebak, rencana pameran tersebut diundurkan sampai jadwal waktu yang belum dapat ditentukan. Tentunya, bergantung pada sikon pengaruh pandemi tadi berakhir dan kehidupan di masyarakat kembali normal serta kondusif.
 
Pameran kali ini berskala kecil dalam rangka merepresentasikan koleksi karya yang tadinya akan ditampilkan di GNI Jakarta. Kali ini pameran ditampilkan di studio kerja seni saya yaitu Garasi Seni 10 di Jl. Rebana 10 Bandung, sebagai bagian dari rumah pribadi keluarga.
 
Pameran ini dipublikasikan dalam bentuk pameran seni virtual yang berlangsung dari 10 – 20 Mei 2020, semasa dengan bulan suci Ramadhan 1441 H.  Pembukaan (live streaming) diadakan pada 10 Mei sore hari, 2 jam sebelum buka puasa. Pembukaan tsb. sekaligus menandai dimulainya pameran kelompok “Festival Kertas Sejagat” : Semesta Kertas dalam Renungan. Pameran ini diikuti oleh 45 seniman dari Bandung, Jakarta, Cirebon, Denpasar, dan Medan. Setiap seniman (perupa, desainer, pekriya, penari, pemusik) berkreasi merespons tema itu. Esensinya bagaimana renungan masing-masing terhadap peran atau kontribusi media kertas dalam kehidupan manusia selama ini.
 
Selamat menyimak pameran semoga memberi manfaat.
 
Bandung, 10 Mei 2020
Setiawan Sabana

Setiawan Sabana, Prof, Dr, MFA

Lahir : Bandung, 10 Mei 1951

Pendidikan : ITB, NIU AS

Pengalaman Pameran

1980an – sekarang: Tunggal dan Kelompok di Indonesia dan luar negeri al.: Bandung, Jakarta, Cirebon, Yogya, Solo, Denpasar, Makassar; Malaysia, Singapore, Thsiland, Filipina, Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korsel, Mongolia, Jerman, Italia, Inggris, AS.

Pengalaman Mengajar & Membimbing

FSRD ITB, UNPAD, ISBI Bdg, IKJ, UNNES, ISI Yogya, ISI Solo. 

Motto: Berkarya itu semestinya ibarat helaan nafas, berhenti jika mati. 

Prinsip kerja: Pok Pek Prak (Sunda): Bicara, Rencanakan, dan Laksanakan. Talk, Plan, and Action

Kondisi badan kini: Sehat, Lansia, Siaga