PUNAKAWAN DI HUTAN WANAMARTA

Teknik Paper Sculpture pada Karton linen (50×38 cm)

 

Lintang Widyokusumo

2020

Mengambil satu adegan dalam kisah Babad Wanamarta, menggambarkan para punakawan yang setia mengiringi Permadi mencari Bratasena di hutan angker Wanamarta. Ilustrasi Punakawan diambil dari karya disertasi seniman sendiri. Transformasi bentuk dari ilustrasi dua dimensi (2D) kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk tiga dimensi (3D) merupakan tantangan tersendiri dengan konsep teknik paper sculpture. Teknik paper sculpture ini mencermati efek terang bayang yang ditimbulkan ketika menyusun potongan-potongan permukaan kertas yang terpapar cahaya kemudian membentuk struktur bentuk organis ciri-ciri fisik serta busana sosok yang dimaksud. Teknik tanpa warna dan garis tepi (outline) ini murni mengandalkan dimensi terang bayang.

 

Penggunaan media kertas pada wayang terjadi pada masa wayang Beber. Berbeda dengan wayang Purwa yang menggunakan material kulit kerbau. Pada era kerajaan Jenggala, wayang Beber digambar pada beberapa episode gulungan kertas yang menggambarkan kejadian atau adegan cerita Panji.

 

Karya paper sculpture ini memadukan konsep wayang Beber yang menggunakan media kertas serta penggambaran satu episode ceritanya dipadukan dengan konsep bayangan pada pertunjukan wayang kulit Purwa. Efek bayangan tidak lepas dari konsep wayang sebagai ayang-ayang (bayangan kehidupan) sudah melekat pada konsep pertunjukan wayang kulit yang dilihat dari sisi belakang layar (bayangannya).