Pengantar Pameran

Pameran kelompok bertajuk “Festival Kertas Sejagat : Semesta Kertas dalam Renungan” merupakan pameran virtual karya-karya seniman Indonesia lintas keilmuan (interdisiplin) dalam menyikapi kondisi terkini melalui medium kertas.

 

Pameran ini diikuti oleh 47 perupa dari Bandung, Depok, Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, dan Kota lainnya di Indonesia, juga peserta dari Sidney, Australia. Setiap peserta memiliki profesi sebagai perupa, desainer, pekriya, penari, pemusik dan pengajar. Perupa dalam pameran ini berkreasi merespons tema “Semesta Kertas dalam Renungan”. Esensinya bagaimana renungan masing-masing terhadap peran atau kontribusi media kertas dalam kehidupan manusia selama ini khususnya di era teknologi digital dan masa pandemi ini.

Para perupa menampilkan kertas dengan beragam cara dalam karyanya, robekan, keratan, lipatan, goresan cat, dan perlakuan lainnya yang digabungkan dengan teknologi digital. Karya-karya tersebut menyublim dalam bentuk karya dua dan tiga dimensi, dan dalam tampilan video seni.

Ada pameran khusus yang diselenggarakan sebagai nyawa dari pameran bersama ini, “SEMESTA KERTAS DALAM DIRI” merupakan pameran dari koleksi karya Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. Maestro Kertas yang kecintaannya terhadap kertas telah menciptakan spirit berkarya dan menebar kepada perupa lain yang ikut bersama berkreasi dengan kertas pada pameran ini.

Koleksi karya dari maestro kertas terdiri dari karya dua dimensi dan tiga dimensi seperti, Monumen Kertas #01, #02, #03. Artefak Kertas, Buku Seni, Nebula Kertas #01, #02, #03, #04, Bumi Kertas. Covid 19: Manusia Isolasi, Manusia Terkunci (Lockdowned), Kembang-kembang Kertas Mewangi, berkolaborasi dengan istri terkasih Lilis Nuryati. Sebagai bukti kecintaannya terhadap kertas terekam dalam koleksi poster pameran kertas Internasional.

Pameran ini juga dimeriahkan oleh keterlibatan generasi perupa penerus keberlangsungan dunia seni rupa di Indonesia yaitu para perupa yang terdiri dari remaja dan anak-anak yang dalam pameran ini sebagai “future artists”. Kami mengapresiasi kreativitas dan produktivitas karya kertas mereka untuk menghangatkan pameran bersama ini.

Yang lain, dalam pameran ini adalah karya dari Komunitas KAPAS Bandung.  Mereka adalah Komunitas Peduli Anak Spesial, terdiri dari putra putri yang produktif berkarya seni. Keikutsertaan mereka menambah nilai renungan bagi Festival Kertas Sejagat.

Selamat menikmati pameran ini.

“Ngertas Ngertos”   begitu ungkapan filosofis ketika seseorang menghayati makna kertas dalam kehidupan.

Salam garasi seni 10, dari garasi untuk negeri, bumi dan galaksi.