Mitigasi Kertas

kertas, catatan tempel, marker, cat air, dan tata letak komputer (6 x kertas A3)

 

Ramok Lakoro

2020

Posisi Kertas

Kertas di jagat ini serupa spons raksasa yang menampung gagasan-gagasan agar tak luruh oleh waktu. Kertas berdiri sebagai kertas yang tak tergantikan secara konsep, juga sebagai sebuah penanda adanya proses notifikasi. Ketika awal-awal era digital tiba, banyak ‘fitnah’ bahwa kertas segera punah diganti kode-kode yang serba biner. Tapi itu tidak serta merta terjadi, bahkan dunia digital tak bisa lepas dari konsep kertas sebagai kertas kerja (worksheet), dokumen baru (new document), lembar baru (new spreadsheet) yang sering terlihat di antarmuka grafis, tetap meminjam bulat-bulat idiom kertas karena belum dapat berjalan dengan metaforanya sendiri. Ketika mengetik di komputer tetap dengan idiom kertas yang fisik. Sebuah metafora yang entah sampai kapan akan berani ditinggalkan wahana literasi elektronik.

Mitigasi: Kertas

Bagaimana peran kertas dalam edukasi mitigasi bencana, kita melihat dalam berbagai peristiwa, air di daerah rawan banjir akan banyak memangsa kertas- kertas yang terlambat dipindah ke tempat tinggi. Beberapa peristiwa sederhana mengingatkan kesadaran saya bahwa kertas bisa mengambil peran yang lebih sentral di lingkup domestik edukasi bencana, menyaingi bahkan menggeser kemungkinan komunikasi mitigasi bencana yang berbasis transmisi sinyal digital. Kertas bisa menjadi pengingat yang personal tentang berbagai hal, selayaknya ketika dituangi surat cinta. Hanya saja mitigasi bencana lebih dekat ke persoalan antisipasi, dampaknya terkait keselamatan, bahkan urusan hidup- mati. Semua harus dilakukan, sekarang. Prak!