Kuy Iklankan Kebaikan demi Kemaslahatan

Kertas koran bekas
29 X 42 cm

Rudy Harjanto
2020

Di masa pandemik ini banyak yg mengalami masalah seperti masalah kemanusiaan, masalah sosial, masalah ekonomi, dst. Semua itu memerlukan solusi yang baik, tepat dan cepat. Solusi yang baik, mencakup tentang perilaku kebaikan yang diperlukan untuk dapat saling berbagi, berempati, memberikan kemaslahatan. Penyebarluasan kebaikan memerlukan ke segera an dan jalan pintas yang efisien dan efektif salah satunya menggunakan iklan, yang dapat menyebarluaskan pesan kebaikan dengan segera.

Iklan itu bujukan persuasif agar khalayak melakukan seperti yang disarankan dalam pesan iklan.
 
Manfaat beriklan tentu beragam, tidak hanya mengajak khalayak untuk sekedar membeli/memakai produk/jasa yang ditawarkan, tetapi juga dapat membangun persepsi, loyalitas, permerekan, dan menginformasikan pemanfaatan barang/jasa tersebut.
 
Walaupun pada umumnya iklan bersifat komersial, namun ada pula iklan yang bersifat ajakan solidaritas terhadap masalah yang dihadapi masyarakat atau berupa pelayanan masyarakat, yang dikenal sebagai iklan layanan masyarakat yang memberikan kemaslahatan bersama.
 
Iklan selalu bermedia, dan sejalan dengan perkembangan jaman, terjadi pergeseran media beriklan, dari yang konservatif menjadi digital.  Karya ini ditulis menggunakan media cetak yang katanya dapat tergusur oleh digital, tetapi seperti halnya buku, kertas tetap merupakan medium penghantar pesan yang efektif, yang dapat disebabkan karena keterikatan memori terhadap kertas yang dapat disentuh, dirasa dan memiliki aroma tersendiri.
 
Karya ini dirancang seorang pembelajar seni yang bergelut dengan periklanan dan berpandangan bahwa iklan merupakan bagian dari karya seni. Seni itu murni, bebas nilai, bebas interpretasi, tanpa ikatan dan tanpa kaitan, dapat diciptakan oleh siapapun. Selama seni mendatangkan kebaikan, maka akan menghasilkan kebermanfaatan bagi kemaslahatan umat manusia. Jangan ragu melakukan kebaikan karena bebas ongkir!

Curriculum Viate

Rudy Harjanto, pelukis, dosen, dan peneliti.  Lahir di Jakarta, 12 Desember 1952. Alumni Institut Kesenian Jakarta, dan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, Bandung. Mengajar di berbagai Universitas, dan menulis di berbagai Jurnal. Karya tulis diantaranya: Keeping the City Vibrantly Youthful through Graffiti, Galeri Tiga Hari, dan Komunikasi Seni. Aktivitas pameran terpilih  3 tahun terakhir diantaranya: – 2016, Escalating Love, pameran tunggal Lotte Shopping Avenue (Mercedes Benz), Jakarta. 2017: – Lentera Kasih, pameran tunggal di Atrium FX Shopping Mall, Jakarta. 2018: – Bunga Kasih, pameran tunggal di Atrium FX Shopping Mall, Jakarta, – Asa dan cinta, pameran tunggal di RSGM Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta. 2019: – Denyut harmoni, pameran tunggal di Atrium FX Shopping Mall, Jakarta