Damar Pangeling, Panji Chandra Kirana &
Damar Pangeling, Panji Sekartaji

Cetak Print pada Kertas/ 3D : 55X55X57cm
 
Nuning Y Damayanti
2020

Karya ini mencoba merepresentasi ulang makna keseharian Damar kurung (Cahaya yang dikurung), Fungsi zaman dulu Damar Kurung adalah lampu penerangan yang diletakan/diatas meja, seperti lampu duduk masa kini. Penerangnya adalah cahaya api yang memakai energi dari bahan minyak pohon Damar. Bahan dasar pengurung cahaya api semula mempergunakan kulit sapi yang transparan, namun ketika ditemukan kertas Daluang yang dibuat dari kulit kayu pohon deluang/mulberi (Broussonetia papyrifera), pengurung cahaya diganti kertas daluang karena mudah didapat dan mudah dibuat, serta lebih efisien dan ekonomis, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dengan banyak, sesuai fungsinya sebagai benda pakai yang penting untuk penerang dimalam hari.  Selain itu ada tugas lain ketika menyalakan Damar Kurung adalah saat ibu, bapa, kakek, nenek membacakan cerita bergambar pada pengurung cahaya sebagai petuah pengantar tidur untuk anak-anak.  Tampilan Damar Kurung yang genuin dan luar biasa adalah selain berfungsi sebagai penerang Damar Kurung juga merupakan media pembelajaran etika dan budi pekerti dalam keluarga. Kertas pengurung cahaya tersebut digambari dengan ilustrasi kisah-kisah yang memuat pengetahuan mengenai perjuangan hidup yang dibungkus dengan latar belakang cerita romansa. Yaitu proses putra mahkota/putri raja dalam mencari dan mengenal calon istri/suami dengan cara unik yaitu penyamaran (incognito). Narasi cerita sangat beragam, imajinatif dan sangat kreatif, ditonjolkan menjadi kisah yang heroik dramatik, yang dikemudian hari dikenal dengan nama Kisah-kisah Panji.

Fakta lapangan berdasarkan hasil penelitian yang sangat penting adalah bahwa kemunculan Cerita Panji ini adalah gerakan avantgarda para empu masa itu, yaitu kesadaran untuk mengimbangi India-sentris dengan cara menggali kembali epic-epic yang bernafaskan kelokalan Nusantara dan gerakan itu dimulai di Jawa. Pada masa Majapahit dan pengaruh kekuasaannya yang sangat luas menyebabkan Cerita Panji mencapai puncaknya kejayaannya menyebar hampir keseluruh wilayah Nusantara bahkan hingga  ke Di kawasan Indocina, negri Jiran (Malaysia), ske Siam (Thailand), Khmer (Kamboja), Birma (Myanmar), Filipina. Bahkan nama tokoh utama Raden Inu (Inu Kertapati) tetap dipakai dengan nama yang variatif tapi mirip lafalnya, seperti Inu (Malaysia), Inao (Siam), Inav/Eynao (Khmer), atau E-naung (Birma). Gambarannyapun mirip terlukis dalam relief-relief candi yang dibangun pada periode yang sama.

Setelah masa Majapahit meredup mulai berkembang kerajaan Islam, cerita-cerita Panji dituliskan dalam bentuk sastera  berupa kidung, wiwitan, pupuh  dan dituturkan secara lisan dimasyarakat luas secara turun temurn.  Di Indocina, variasi cerita juga dikembangkan  menjadi cerita-cerita heroik rakyat sesuai dengan latar belakang budaya setempat. Menjadi beragam versi namun saling berhubungan, cerita-cerita berbagai versi ini di kategorikan  dalam  “Lingkup Panji” (Panji Cycle). Di Indonesia dikenal nama-nama beragam diantaranya dari Jawa Tengah  Panji Inu Pakerti/Asmarabangun, Panji Klana Maesa Jlamprang,  dari Jawa Timur Panji Jaka Kembang Kuning, Panji Kebo Kenanga, dari Jawa Barat Jayalengkara, Panji Handaga/Kandaga, Panji Surya Wisesa, dari Bali Panji Semirang / Kuda Narawangsa dan lainnya . Kisah Panji di Indonesia sampai sekarang masih ditampilkan dalam Seni Satra, Seni Tari dan Seni Pertunjukan.

Setelah membaca beberapa cerita Panji, peran tokoh Laki-laki dan Perempuan memiliki kedudukan yang sama kuat, akan tetapi hampir semua cerita Panji berjudul nama tokoh laki-laki. Untuk itu dalam karya ini saya memberi judul dengan mengambil nama tokoh perempuan yaitu Chandra Kirana dan Sekartaji. Konsep karya ini  juga untuk untuk mengingatkan kembali proses pembelajaran budi pekerti, perjuangan hidup manusia dalam kehidupannya  selalu dimulai didalam keluarga. Damar Kurung  saya maknai sebagai  wadah cahaya ilmu pengetahuan dengan nama baru Damar Pangeling sebagai pengingat menjadi media dan konsep cara transfer ilmu, metode yang genius yang bernafaskan nilai-nilai kebudayaan lokal yang adilihung, masih sangat relevan sampai sekarang dengan wujud, media baru juga teknologi yg sesuai dengan masa kini.

BIODATA :
1. Nama: Nuning Y Damayanti

2. Alamat : Dago Pakar Permai III NO. 27 RDP. Bdg 40198

3. Hp/wa : 08121434444

4. Alamat email : nydamayanti10@gmail.com

 

CV Singkat :

Alumni SR FSRD ITB, dan Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB). Melanjutkan pendidikan ke Jerman selama 5 tahun atas beasiswa, Goethe Institute, HBK Braunschweig dan Deutche Auslandische Austausch Dienst (DAAD) dari pemerintah Jerman. 1996 Kembali ke Indonesia dan terus mengajar di FSRD ITB. Doktor Ilmu Seni, selain mengajar, aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat, penelitian, mengikuti  seminar nasional & internasional, Menulis artikel ilmiah mengenai Seni Rupa Tradisi, Sejarah Kebudayaan dan Pendidikan Seni di jurnal nasional maupun internasional, mempublikasikan Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia. Sejak 1989  sampai sekarang aktif mengikuti kegiatan seni dan pameran seni rupa

3 tahun terakhir Pameran :

 

Pameran Batik Guta Tamarin, Galeri Orbital Dago, Bandung , Maret 2020; Pameran Fabel Nusantara dalam Ekspresi Batik Tamarin, Galeri Seni Popo Iskandar, Bandung, Desember 2019; RE-LIVE , THE MYTH, Gedung YPK Bandung, Naripan, Bandung, November 2019;  Jelajah Seni Rupa Nusantara Cirebon, Gedung Kasepuhan Kacirebonan, Cirebon, Oktober 2019;  Pameran Legenda Nusantara, Batik Tamarin, KBRI Swedia dan KBRI Praha, Agustus 2019; Pameran Bijaba, Bienal Jawa Barat Dago Tea Houis, Taman Budaya Bukit Dago Utara, Bandung,  Jawa Barat,  Agustus 2019; “Making” Exhibition , Digital Online,  INSEA, University of British   Columbia,  Vancouver,  CANADA, July 2019, Pameran  Seni Rupa IASR-ITB “Intergrated Art”, Pendopo Kabupatian Bogor,  Juni 2019; Jelajah Seni Rupa Nusantara, Galeri Cipta II TIM, Jakarta, Maret 2019; Pameran Re-Imagining  Mithos The Story of Nusantara , YCPD, Des-Januari 2019,  Pameran “Drawing Dialog”, YPK Braga, Desember2018, Bandung, “Gandaan dan Ekspansi”, Galeri Soemarja, FSRD ITB, Oktober. Bandung,  Narasi Visual : Pameran “Et’CETERA” By Bandung Connect 2018, Taman Budaya, Dago Tea Huis Bandung, Bandung, Pameran Mitos dan Legenda Nusantara, Museum Basuki Abdullah, Jakarta, Juli 2018.  Pameran  “Bumi Citarum” ;  Museum Geologi, Bandung April 2018, Karya  Amuk Tirta Ibu Bumi; Pameran AKU “ sang Subyek”, Bentara Budaya Bali, Denpasar, Bali, April 2018; Pameran “BANJIR”, Gedung YPK , Braga , Naripan 70, Bandung, April 2018; “Contemporary Batik Painting ”  Asia Art and  Culture Association (AACA), Maret, Tokyo , Jepang ; 2017 , ” Pahlawan  Perempuan Dalam Kebhinekaan” Mezanin Galery,Energi Building,Medco,  Desember 2017, SCBD, Jakarta; ” The Power of Silent”,  Desember Galery Equilibrium, Bandung 2017; “Pahlawan dan Perempuan Indonesia yang menginspirasi”, Agustus,Galeri Nasional, Jakarta;  Pameran Indonesian  Batik Folks-Modern Batik, Svasti Gallery of  Indira Gandhi National Centre for the Arts, (IGNCA), February, New Delhi, 2017, Pameran  Indonesian Folks -Modern Batik  II. Galery , Aligahr Islam University  India (AIU), Aligahr, India, Februari 2017; 2017, February, “Indonesian  Batik Folks-Modern Batik Painting”, Pameran “Lelakiku”, Januari 2017 , Komunitas 22#IBU YPK Bandung, Braga Bandung Pameran “ Zona 2#” Jawa Barat, Taman Budaya Bukit Dago Utara, Bandung,  Jawa Barat,  Agustus 2016.